fbpx

Perhatian Kepada Pasangan, Kunci Sukses Pernikahan Yang Bahagia dan Langgeng

perhatian kepada pasangan
Perhatian kepada pasangan adalah kunci sukses untuk pernikahan yang bahagia dan langgeng (gambar oleh Si Luan Pham dalam pexels.com)

Sementara kita tahu bahwa perhatian kepada pasangan adalah kunci sukses untuk pernikahan yang bahagia dan langgeng, tetapi seperti apa bentuk perhatian yang dimaksud, seperti apa contohnya dalam kehidupan sehari-hari mungkin belum benar-benar kita pahami.

Dr. John Gottman dan Dr. Julie Schwartz Gottman, dua psikolog yang juga merupakan pasangan yang telah menikah bahagia selama lebih dari 35 tahun, menjelaskannya kepada kita dalam sebuah artikel yang berjudul Here’s the No. 1 thing that makes relationships successful, say psychologists who studied 40,000 couples di laman cbnbc.com/make-it/.

Seperti apa bentuk perhatian kepada pasangan menurut Dr. John dan Dr. Julie?

Bentuk perhatian kepada pasangan yang dimaksud Dr. John dan Dr. Julie adalah sikap atau tindakan merespons dan menanggapi saat pasangan Anda mengajukan, yang dalam istilah mereka, “tawaran untuk menjalin hubungan”.

Pada saat pasangan Anda mengajukan “tawaran untuk menjalin hubungan”, pada dasarnya mereka sedang berusaha untuk mendapatkan perhatian Anda. Bagaimana respons dan tanggapan Anda selanjutnya merupakan kunci sukses pernikahan Anda, seperti disampaikan Dr. John dan Dr. Julie.

Kedua pasangan psikolog ini memberikan contoh: Misalnya, pasangan Anda berkata, “Oh, ini artikel yang menarik,” saat mereka meng-scroll ponsel mereka. Pada dasarnya Ini adalah upaya atau tawaran yang mereka lakukan untuk terhubung. Mereka mencoba untuk mendapatkan perhatian Anda.

Ada tiga kemungkinan respons dan tanggapan kita, menurut Dr. John dan Dr. Julie:

  • Dengan merespons kepada pasangan – menanggapi mereka dan terlibat dalam upaya mereka untuk terhubung: “Oh ya? Tentang apa itu?”
  • Dengan tidak merespon – secara aktif mengabaikan atau gagal menyadari upaya mereka untuk terhubung: Anda terus mengetik email yang sedang Anda kerjakan sambil menatap layar Anda.
  • Dengan berbalik melawan – Mengganggu atau secara agresif menghentikan upaya mereka untuk terhubung: “Tidak bisakah Anda melihat saya sedang mencoba untuk bekerja?”

Dr. John dan Dr. Julie menulis, “Pasangan yang paling bahagia cukup pintar untuk memperhatikan saat pasangan mereka mencoba untuk mendapatkan perhatiannya, dan menghentikan apa yang mereka lakukan, jika perlu, untuk terlibat.”

Keduanya berpendapat, bahwa tindakan merespons ke arah pasangan Anda saat mereka mencoba menarik perhatian Anda akan menumbuhkan cinta, kasih sayang, dan rasa saling kerja sama, yang mana ini dapat memperkuat fondasi untuk hubungan yang bahagia dan langgeng.

“Tentu saja, tidak mungkin untuk selalu berpaling ke arah pasangan Anda. Namun dalam penelitian lab kami, pasangan yang tinggal bersama setidaknya selama enam tahun saling berpaling 86% dari waktu. Mereka yang bercerai hanya melakukannya 33% dari waktu,” tambah Dr. John dan Dr. Julie.

Cara meningkatkan perhatian kepada pasangan

Berikut di bawah ini adalah tiga cara bagaimana agar Anda dapat meningkatkan perhatian kepada pasangan Anda dalam bentuk respons dan tanggapan yang positif terhadap “tawaran untuk menjalin hubungan”.

Dr. John dan Dr. Julie mengingatkan, jika saat ini hubungan Anda dan pasangan tidak terlalu menggembirakan, Anda tidak perlu khawatir dan terburu-buru. “Seperti memutar kapal besar, mungkin ada jeda sebelum koreksi arah yang Anda lakukan benar-benar mulai terlihat. Memutar roda sedikit, lalu sedikit lagi, akan terbayar,” kata keduanya.

1. Tetapkan “waktu bersama” dengan pasangan Anda

peratian kepada pasangan
Perhatian kepada pasangan adalah kunci sukses pernikahan yang bahagia dan langgeng (gambar oleh iqbalnuril dalam pixabay.com)

Piih dan tetapkan “waktu bersama” dengan pasangan Anda. Itu adalah saat-saat di mana Anda dapat mendengarkan pasangan Anda dengan tidak terburu-buru. “Bisa di pagi hari, sambil minum kopi sebelum bekerja, atau di malam hari setelah Anda menidurkan anak,” saran Dr. John dan Dr. Julie.

Pada momen itu, Anda dapat mengajukan pertanyaan sederhana ini kepada pasangan Anda: “Apakah ada yang Anda butuhkan dari saya hari ini?”

“Hal ini memungkinkan pasangan Anda untuk merefleksikan kebutuhannya dan memperjelas bahwa Anda ingin selalu ada untuknya. Ini juga memberi mereka harapan bahwa jika mereka menyatakan apa yang mereka butuhkan, Anda akan mencoba menanggapi dengan tegas,” jelas kedua pasangan ini.

Mereka juga mengingatkan agar Anda berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi kebutuhan pasangan Anda, misalnya pasangan Anda meminta, “Aku butuh istirahat dari anak-anak” atau “Aku ingin makan siang bersamamu.”

2. Ambil setiap kesempatan

Setiap momen “tawaran untuk menjalin hubungan”, momen untuk terhubung atau keterlibatan, adalah kesempatan yang berharga. Meskipun tampaknya kecil, tetapi seiring waktu itu mungkin terakumulasi.

Dr. John dan Dr. Julie mengibaratkan, “Sama seperti Anda akan mengambil koin atau uang dolar jika Anda melihatnya di jalan, uang akan bertambah seiring waktu.”

Kedua pasangan ini mendaftarkan beberapa peluang atau kesempatan untuk Anda dapat memberikan perhatian kepada pasangan yaitu ketika:

  • Pasangan Anda tersenyum,
  • Pasangan Anda meminta bantuan atau perhatian Anda,
  • Pasangan Anda mengatakan “selamat pagi” atau “selamat malam”,
  • Pasangan Anda membacakan sesuatu untuk Anda: “Hei, dengarkan ini…”,
  • Pasangan Anda menunjuk sesuatu “Lihat itu!”,
  • Pasangan Anda memanggil nama Anda dari ruangan lain,
  • Pasangan Anda tampak sedih atau murung,
  • Pasangan Anda secara fisik membawa sesuatu yang berat sendiri, atau
  • Pasangan Anda tampak frustrasi.

3. Jangan langsung menyerah jika itu sulit

Dr. John dan Dr. Julie mengingatkan, “ketersediaan emosional Anda tidak akan selalu selaras dengan ketersediaan emosional pasangan Anda. Dan tidak apa-apa.”

Kedua pasangan doktor ini memberikan saran-sarannya seperti berikut:

Jika pasangan Anda mengajukan tawaran untuk terhubung dan Anda tidak dapat menerimanya, jangan diabaikan begitu saja. Jelaskan secara singkat mengapa Anda tidak bisa hadir: “Saya sangat ingin mendengar tentang ini, tetapi saya harus melakukan [X] sekarang. Bisakah kita membicarakannya setelah saya menyelesaikan pertemuan saya?”

Ketika Anda mengajukan penawaran untuk terhubung dan mereka tidak menanggapi, teruslah mencoba. Tetapi jika Anda melihat itu adalah sebuah pola, sebaiknya ungkapdan dengan lembut: “Saya tidak ingin kritis, tetapi saya telah mencoba menghubungi Anda. Apa yang terjadi dalam hidup Anda saat ini yang menghentikan Anda untuk menjawab?” (Mereka mungkin sibuk, stres, atau terlalu banyak bekerja.)

Saat tawaran Anda untuk terhubung ditanggapi negatif. Tawaran pasangan Anda mungkin tampak sebagai upaya untuk memulai perkelahian (mis., “Tidakkah terpikir oleh Anda untuk membuat makan malam sekali saja, bukan?”). Abaikan yang negatif dan tanggapi tawaran yang lebih dalam dan tersembunyi: “Saya mengerti bahwa Anda frustrasi dan lelah. Saya akan dengan senang hati membuatkan makan malam dan memberi Anda waktu istirahat.”

Baca juga: Meningkatkan Keterampilan “Mendengarkan” dalam Berkomunikasi dengan Pasangan

Sekali lagi, bentuk perhatian kepada pasangan yang dimaksud adalah bagaimana cara Anda mesepons dan menanggapi “tawaran untuk menjalin hubungan”, bagaimana Anda merespon pada saat pasangan Anda berusaha untuk mendapatkan perhatian Anda. Tanggapan yang positif seperti yang dijelaskan di atas adalah kunci sukses untuk pernikahan yang bahagia dan langgeng.

Kemudian Dr. John dan Dr. Julie menutup penjelasannya, “Praktik-praktik ini akan membantu Anda, baik Anda sedang berkencan dan tidak yakin apa yang harus dilakukan selanjutnya, atau jika Anda telah menikah selama 50 tahun. Yang Anda butuhkan hanyalah kemauan untuk mencoba.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *